Senin, 28 Januari 2013

Mau Diet ?? Jangan sembarangan Diet yaaa


Hallloo teman-teman, khususnya yang lagi menjalankan program Diet,
jangan diet sembarangan yaaaa
Banyak masalah yang bisa timbul gara-gara kita sembarangan Diet,
Akibatnya timbul masalah-masalah kesehatan seperti anemia gizi besi, bulimia (memuntahkan kembali makanan yang telah dimakan), kekurangan gizi (Ronal, 1996). Akibat dari diet yang salah juga akan berdampak pada naik turunnya berat badan yang akan mengakibatkan kegemukan. Penurunan berat badan secara cepat justru akan berdampak naik turunnya berat badan tubuh yang biasa disebut dengan fenomena yoyo syndrom. 

Menurut Sayogo(2006), potensi terjadinya yoyo syndrom itu karena tubuh belum beradaptasi terhadap pola diet atau pola makan baru yang dijalani, yang mengakibatkan berat badan turun dalam waktu yang singkat tetapi akan naik kembali beberapa kilogram berat badan tubuhnya lebih dari berat badan sebelum melakukan diet (kegemukan).
 
Anemia gizi besi
adalah anemia yang terjadi akibat kekurangan zat besi dalam darah. Artinya konsentrasi hemoglobin dalam darah berkurang karena terganggunya pembentukan sel-sel darah merah akibat kurangnya kadar zat besi dalam darah (Ronal, 1996).
padahal remaja tuch khan tubuhnya sedang berkembang, dan banyak zat yang harusnya penting banget untuk pertumbuhan kita.
Gejala-gejala yang timbul karena anemia gizi besi yaitu : lemah, letih, lesu, lunglai, lalai(5L), sering pusing dan mata berkunang-kunang, gejala lebih lanjut kelopak mata, bibir, lidah, kulit, dan telapak tangan menjadi pucat, dada cenderung berdebar-debar karena Hb dibawah normal sehingga jantung dipaksa bekerja ekstra, sesak nafas dan telinga terasa berdengung (Ronal, 1996).
Akibat yang ditimbulkan dari anemia gizi besi yaitu : mengganggu pertumbuhan, menurunkan kemampuan fisik, menurunkan kemampuan bekerja dan konsentrasi belajar, menurunkan ketahanan tubuh dalam menghadapi penyakit infeksi, menurunkan kebugaran, dan mengakibatkan muka pucat (Sayogo, 2006). Ih ngeri banget... pengennya cantik jadinya malah kurang gizi .
Bulimia dan Anoreksia nervosa
Bulimia dan anoreksia nervosa merupakan keadaan buruk akibat ingin kurus, sehingga menolak makan atau memuntahkan kembali makanan yang telah dimakan. Penderita bulimia dan anoreksia lebih banyak diderita oleh remaja puteri. Karena mereka lebih mementingkan body image yang langsing dan cantik (Khomsan, 2003).
Bulimia adalah gangguan makan yang ditandai dengan mengkonsumsi makanan yang banyak dalam waktu yang singkat dan kehilangan kendali terhadap makanan disertai tingkah laku unuk menurunkan berat badan seperti merangsang muntah, gerak berlebih, dan puasa berkepanjangan. Penderita bulimia dapat mengkonsumsi makanan sekitar 3000-7000 kkal. Gangguan makan pada penderita bulimia timbul akibat rangsangan emosional seperti depresi, jemu, marah dan kemudian diikuti oleh puasa yang berkepanjangan (Soetjiningsih, 2004).
Penderita bulimia mempunyai nafsu makan seperti penderita obesitas yaitu ingin makan berlebihan karena pengaruh faktor eksternal (bau, rasa, dan bentuknya) lebih dominan daripada faktor internal (rasa lapar). Karena penderita bulimia tidak ingin memiliki berat badan yang berlebih, maka mereka memuntahkan kembali makanan yang telah di makannya. Penderita bulimia kadang-kadang memilih makanan tertentu yang harus dimuntahkan (biasanya snacks). Jadi makanan utama (pagi, siang, malam) selalu dikonsumsi secara normal. Dampak negatif dari bulimia yaitu kerusakan gigi dan iritasi pada kerongkongan (Khomsan, 2003).
Anoreksia nervosa adalah bentuk penyimpangan perilaku makan yang hampir mirip dengan bulimia. Penderita anoreksia melakukan pembatasan makan secara tidak wajar. Penderita anoreksia makan seperti halnya individu normal tetapi dikeluarkan lagi dengan cara muntah disengaja, dan sering melakukan olah raga berlebihan. Dampak negatif bagi penderita anoreksia nervosa yaitu kehilangan bobot tubuh yang berlebihan sehingga kekurangan gizi, terjadi amenorrhea (menstruasi tidak lancar/terhambat). Anoreksia nervosa dan bulimia keduanya merupakan keadaan buruk karena ingin langsing (Khomsan, 2003).
Kurang Gizi
banyak banget yang bermusuhan dengan karbohidrat karena ada anggapan karbohidrat bikin cepat gemuk.
Diet tinggi karbohidrat, diet tinggi protein dan diet anti karbohidrat adalah diet yang berbahaya dilakukan pada masa remaja, karena remaja masih membutuhkan zat gizi yang besar untuk membantu proses pertumbuhan dan perkembangan. Diet anti karbohidrat mengakibatkan tubuh menjadi lemas, tidak bisa berkonsentrasi dalam belajar, dehidrasi, nafas menjadi pendek terutama saat melakukan aktivitas, keseimbangan biokimia tubuh terganggu dan ritme jantung tidak normal sehingga berpotensi mengganggu fungsi pembuluh jantung.
Diet tinggi karbohidrat mengakibatkan gangguan syaraf , psikis, dan beresiko kekurangan vitamin yang larut dalam lemak. Diet tinggi protein akan menyebabkan dehidrasi, mempercepat penuaan, selain itu diet tinggi protein biasanya sangat minim serat, sehingga orang yang menjalani diet ini akan mudah terserang sembelit yang menaikkan resiko kanker kolon(usus besar) (Saraswati, 2006).
jadi .. piliha cara sehat yang paling aman yaaaa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar